IBX5980432E7F390 Cerita Tentang Rawageni Depok - Depok Netizen

Cerita Tentang Rawageni Depok

Depok Netizen - Rawageni adalah sebuah perkampungan yang sekarang secara administratif masuk dalam wilayah Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Nama Rawageni sebagai sebuah perkampungan cukup populer bagi sebagian masyarakat Depok. Berikut adalah sejarah asal usul nama kampung ini dan berbagai kisah cerita yang ada hingga kemajuan yang dicapai saat ini.

Nama "Rawageni" adalah gabungan dari dua kata "rawa" dan "geni". Rawa adalah tempat basah dan genangan atau resapan air, dan geni dalam bahasa Sunda atau bahasa Jawa berarti Api. Secara sederhana, Rawageni berarti rawa yang berapi. Nama ini diberikan karena dahulu di daerah ini banyak rawa-rawa yang di atasnya sering muncul api. Sebagaian besar masayarakat saat itu, fenomena kemunculan api diatas rawa adalah kejadian mistis seperti keberadaan jin atau mahkluk halus penunggu rawa.

Secara ilmiah, fenomena munculnya api di atas rawa pada malam hari merupakan reaksi atau fenomena alam yang disebut Will-o'the wisp atau pembakaran spontan dari gas metana yang dihasilkan dari pembusukan bahan-bahan organik di dalam rawa.

Versi lain mengatakan bahwa api yang muncul adalah akibat dari pembukaan lahan atau istilahnya land clearing dengan cara membakar semak belukar dan rawa yang mengering saat kemarau pada masa lalu. Pembukaan lahan dengan cara membakar ini yang mengakibatkan daerah tersebut terlihat seperti lautan api.

Itulah kenapa sekarang dibuat tugu bernama Tugu Api Rawageni (di atasnya sebuah lambang api, dibawah terdapat kolam air yang mempresentasikan rawa-rawa).  Tugu Api ini berada di pertigaan jalan menuju Kampung Rawa Ungu dan Kampung Rawa Indah.

Dahulu pada masa era kolonial dan sebagian wilayah sekitar Rawageni didominasi oleh lahan milik Tuan Tanah Belanda bernama Cornelis Chastelein. Penduduk Rawageni dan juga Ratujaya merupakan masyarakat lokal Betawi dan juga Sunda yang pekerjaan utamanya adalah bertani dan berdagang. Perpaduan budaya Sunda dan Betawi inilah yang kemudian membentuk kebudayaan khas Depok. Salah satu budaya atau tradisi di Rawageni yaitu Tradisi Kebo Andil, yaitu tradisi patungan atau urunan masyarakat untuk membeli kerbau yang disembelih dan dagingnya dibagikan kepada warga yang berpartisipasi. Tradisi Kebo Andil dilaksanakan pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Selain soal asal nama Rawageni, ada satu hal yang menarik yaitu bahwa ketika bicara soal Rawageni, maka tidak terlepas dari nama Ratujaya dan Pondok Terong. Bahkan nama Ratujaya dan Pondok Terong sebagai sebuah kawasan jauh lebih dahulu ada dibanding Kampung Rawageni, artinya kedua kawasan tersebut lebih tua umurnya dibandingkan kampung Rawageni.

Kejadian dan Peristiwa 

Ada beberapa kejadian atau peristiwa yang terjadi di seputaran Rawageni atau Ratujaya.

1. Tragedi kecelakaan Kereta pada tahun 1968 di lintasan jalur kereta Jakarta Bogor.

2. Peristiwa serupa terjadi pada tanggal 2 November 1993, dimana terjadi tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) yang mengakibatkan tewasnya 20 penumpang kereta.

3. Pada Maret 2022 terjadi Fenomena cuaca ekstrem yaitu munculnya Angin Puting Beliung yang mengakibatkan hancurnya 6 (enam) rumah warga di Rawageni.

Berubah dan Berkembang Lebih Baik

Dahulu Kampung Rawageni dikenal sebagai salah satu kawasan kumuh (banyak sampah), rawan kejahatan dan banyaknya kasus penyalah gunaan nark0b4 di Depok. Kini, salah satu RW di kampung Rawageni, Ratujaya menjadi wilayah pelopor gerakan penanaman cabai serentak untuk mendukung ketahanan pangan Kota Depok. Rawageni sudah banyak berubah, dari kampung bermasalah menjadi kampung mandiri.

0 Komentar Untuk "Cerita Tentang Rawageni Depok"

Posting Komentar